MetaSains a gateway to spirituality

Pemaknaan dan Pembacaan Simbol dalam Mitos Terkait Atlantis

07.14.2010 · Posted in Atlantis, Buku, Fenomena, Review, Sejarah & Budaya

Page:« 1 2 3 4 5»

Hosting Stabil & Aman, Silahkan Klik
Oleh Slamet Haryanto

“Tujuan dari mitos sebenarnya adalah untuk menciptakan paradoks-paradoks dan aporia (jalan buntu), yang menghantam pikiran kita, mendesak untuk berpikir, giat mencari penjelasan untuk memuaskan pikiran kita,” kata Arysio Santos. Kita tidak akan terus berlarut-larut memperdebatkan orisinalitas dan keakuratan pendapat tentang lokasi Atlantis. Jika memang benar Atlantis di Indonesia, terus bagaimana? Adakah pesan yang hendak disampaikan Santos kepada kita?

Santos dan Plato Berbicara Atlantis

Arysio Santos (1937-2005) adalah seorang ilmuwan yang tertarik dengan banyak hal mulai dari geologi, fisika, kimia, sejarah, etnolinguistik, simbol, dan mitologi. Belakangan, sekitar 30 tahun sebelum akhir hayatnya, Santos mendedikasikan diri untuk meneliti misteri benua Atlantis yang hilang. Dasar pijak baginya dalam meneliti Atlantis adalah tulisan Plato dalam Timaeus dan Critias.

Menurut Plato (428-348 SM), Atlantis adalah suatu daerah yang bertaburan akan sinar matahari di sepanjang musim serta mempunyai banyak gunung berapi. Bangsa Atlantis dikenal sebagai bangsa yang sangat unggul dalam teknologi pertanian dan pelayaran. Kombinasi antara kesuburan tanah dan iklim tropis di sana memungkinkan orang untuk mengembangkan teknologi pertanian dan menjamin ketersediaan pangan sepanjang musim, bahkan di musim dingin sekalipun.

Ketersediaan pangan sepanjang musim dan kehangatan pada Zaman Es, itulah kenapa Atlantis dianggap sebagai surga. Atas dasar inilah perhatian Santos dalam penelitiannya langsung tertuju pada daerah tropis, meskipun dia juga membuka diri untuk meneliti pusat peradaban tertua dunia yang diduga banyak orang sebagai lokasi Atlantis yang sesungguhnya.

Plato sendiri tidak pernah melihat langsung Atlantis. Dia hanya menangkap pesan yang tersembunyi dalam dongeng-dongeng dan mitos. Meskipun demikian, pada jaman itu sungguh susah menjelaskan bagaimana Plato mendapat gambaran Atlantis yang berada di Hindia Timur (baca: Indonesia) di Timur Jauh, sementara dia sendiri berada di Yunani.

Ternyata Plato pernah juga berguru kepada orang Mesir, dimana waktu itu di daerah Mesir sudah ada perdagangan dengan orang-orang dari Asia Tenggara. Atlantis yang diceritakan oleh Plato sesungguhnya adalah Atlantis Putra atau Atlantis kedua, yang dibangun kembali setelah kehancuran Atlantis yang pertama.

Banner

Artikel Terkait

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

*